Happy Tummy, Happy Tante

Saya tersenyum memandangi jerih payah pagi ini. Senin yang selalu hectic, mampu terlewati dengan baik. Alhamdulillah

Dimulai pukul 4.00 a.m.


Selesai pukul 5.30 a.m.


Menyiapkan asupan nutrisi untuk anak sekolah juga butuh tenaga ekstra ya. 
Dalam hati 'Oh..ternyata begini toh rasanya jadi ibuk dulu'. Yaaa meskipun dulu ibuk cuma masak tempe goreng saja (agak effortless jatuhnya ya. Hehe) 

Kalau flashback ke masa kecil, saya yang dulu sangat bertolak belakang dengan saya yang sekarang. Saya masih ingat jelas, dulu saya anak yang sangat malas dan lebih banyak menghabiskan waktu didepan televisi. Hingga akhirnya saya ditegur dan dimarahi habis-habisan oleh ibuk. 

"Anak wedok kudu sregep! Ndak pareng males-malesan. Ayo belajar masak neng pawon!" kata ibuk. Ucapan beliau ini cukup membekas di memori. 

Namun saya harus berterima kasih kepada beliau. Berkat didikannya yang 'keras', saya terbentuk seperti sekarang ini. Mungkin beda ceritanya kalau saya ngeyel dan tetap malas-malasan. 

Dan saya juga harus berterima kasih kepada mbak. Berkat didikan dan pengalaman hidup bersamanya, saya terlatih menjadi segala-galanya. Yaaa meski terkadang batas antara menjadi adiknya atau asisten rumah tangganya beda tipis. 

Comments

Popular Posts